Faktanya..
Banyak
sekali para remaja yang terjebak akan konflik cinta,yang pastinya bikin galau
dan sakit hati.
Mengapa itu bisa
terjadi fik?
Apakah diri kita
yang salah atau pasangan kita yang salah?? Entahlah..
Kita
tidak ngga bias menyalahkan orang lain atas masalah yang kita alami,termasuk
pasangan kita. Yang aku yakini adalah itu murni kesalahan diri kita sendiri.
Mengapa semua
salah diri kita sendiri??
Tentu saja. Sudah
jelas!
Coba
review kembali ingatan kalian pada saat memutuskan untuk berpacaran dengan si
dia. Kita sudah di beri kesempatan untuk berpikir,mempertimbangkan dengan bijak
,serta di beri waktu untuk menentukan keputusan yang akan kalian ambil sebelum
memutuskan untuk in relationship dengan si dia. Iya kan?! So..ga ada gunanya
kita ngedumel atau marah- mrah menyalahkan orang lain atau pasangan
kita,padahal, kita sendiri yang salah dan kurang bijak dalam mengambil
keputusan.
Para
remaja bereaksi terlalu terburu-buru tanpa memikirkan baik dan buruknya
menjalani hubungan. Mereka tergusur oleh nafsu pikiran,dan egoisme diri sendiri
tanpa berpikir jernih. Hasilnya? Bisa kita lihat. Seabreg status-status galau
dan curpen (curhat pendek) mereka di akun akun jejaring sosial, karena
hubungan mereka yang bermasalah.
Bagaimana agar kita terjebak
dalam konflik cinta?
Ade-ade, abang,
none, akang, teteh, nyai, ujang..nih ye.. Dalam berhubungan pastinya kita akan
menghadapi berbagai masalah. Ngga mungkin hubungan yang kita jalani akan adem
ayem,tentrem,sejahtera,sentosa,adil dan makmur (UUD kali ya? hahaha) selamanya.
Hubungan yag kalian jalani tidak akan berjalan monoton,gituuu terus. Pastinya
akan ada grafik dan siklus yang naik turun dan berubah-ubah. Dan itu adalah
suatu hal yang wajar. Bumbu dalam berpacaran. Tapi konflik konflik tersebutbisa
kita minamalisir kok.
Gimana caranya??
Kita kembali lagi
ke awal!
Setelah
kalian mengambil keputusan untuk in relationship dengan si dia, tahap awal yang
kalian jalani pastinya akan bertukar pikran,mengobrol dan berdiskusi. Bertanya
akan ‘keyakinan’ atau kepercayaan pribadi masing-masing terhadap pasangan
kalian. Apa yang dia suka dan tidak,apa yang kalian ingin dari pasangan kalian
atau pun sebaliknya dan apa yang kalian tidak inginkan,dan pastinya juga,kalian
akan memberikan komitmen masing – masing pada diri sendiri dan pada pasangan
kalian
ribet yah?padahal
cuma pacaran doang. kan ngga tau,apakah hubungan yang kita jalani akan
sampai ke jenjang pernikahan ataukah kandas di tengah jalan.
Ya..gini epri badih!
Tentunya
kalian menginginkan yang namanya ‘quality of a good
relationship (kualitas hubungan yang baik) ’ (weesss..bahasanya
berat) bukan?? Agar hubungan kalian tersebut bias jadi momen yang tak
terlupakan sepajang masa (hahaha) dan sebagai latihan jika kelak kalian.
berumah tangga.
Memang
terlihat sangat ribet,tapi itu akan berpengaruh terhadap kualitas hubungan
kalian nantinya. Pastinya akan memunculkan kepercayaan lebih pada diri pribadi
terhadap pasangan kalian.
Kalau kita sudah
saling percaya, memberikan komitmen dan, bla bla bla.. tapi tetap saja timbul
masalah. Solusinya?
Selain trik yang
di atas. Kita pun juga harus mau merubah diri pribadi kita masing-masing. Untuk
siapa? Untuk pasangan kita dan tentunya untuk diri kita pribadi.
Berusahalah
menjadi seorang yang lebih bijak,pengertian, menjadi seorang pemaaf yang
handal,orang yang lebih sering berpositif thinking,tidak egois dan keras kepala.
Dan
janganlah memperbesar masalah yang sesungguhnya kecil.
Yupz..segitu dulu
opini gue tentang conflict of relations
Oh
ya satu lagi nih dari gue! kalau pun hubungan lo nantinya kandas di
tengah jalan. don't worry, mungkin dia bukan yang terbaik yang Allah kasih buat
lo. Lo masih dikasih SANGAT BANYAK KESEMPATAN untuk mendapatkan yang lebih baik
dari dia.
Wise word :
‘ kadang kamu
harus dengarkan kata hati. Jangan tanyakan siapa yang kamu cintai. Tapi
tanyakan siapa yang buatmu bahagia dan di hargai’
Semoga bermanfaat J
Chipirilii :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar